kursi roda yang setia
Seorang ibu yang tua digerogoti penyakit komplikasi tekanan darah, gula, dan membuat tangan nya tidak berdaya karena stroke. Makanan dibatasi, terkadang obat yang satu berlawanan pula dengan yang satu lagi.
Terduduk tunduk di kursi roda menunggu sanak keluarga yang memutar ke kiri dan ke kanan. Dia pun seolah pasrah untuk bergerak sendiri. Dia hanya menunggu panggilan azan yang terdengar sayup untuk mejamak shalat.
Pagi menunggu siang, malam pun datang lalu minta diturunkan ke tikar yang apa adanya untuk merebahkan dan memejamkan mata sebelah azan subuh berkumandang.
Keinginan hasrat dunia dan makanan mulai berkurang hanya sekedar membuat kekuatan untuk bersandar. Sesekali dia mengelus badan dan tangan seolah bertanya di dalam hati mana tubuh kekar ideal, kerutan kening dan rambut putih yang tak bisa ditutupi dengan keadaan yang semakin menurun.
Hanya kesetiaan kursi roda yang selalu menemani dan yang tidak pernah mengeluh berat dan bau badan. Anak dan sanak sibuk pula dengan dunia yang mereka kejar. Sesekali karena adanya bakti dan tuntutan tuhan terhadap orang tua dan ikatan rahim terkadang sesekali mereka pun datang.
Ambil lah pelajaran wahai kawan kekuatan muda dan harta jutawan akan sirna dan kepadanya engkau akan dikembalikan. Gunakan masa kuat, muda, untuk kesempatan menanam amal agar engkau bahagia kembali ke sang pencipta alam.