Pejuang Kebajikan Yang Terlupakan

ilustrasi gambar; ilmhttps://radarkediri.jawapos.com/pendidikan/amp/781296750/ribuan-guru-ngaji-belum-terima-insentifu

Guru guru kecil yang tak diperhitungkan dan bermakna dalam kehidupan.

Betapa banyak jumlah mereka,  dari waktu pagi, siang, sore bahkan sampai malam,  mengorbankan waktu demi waktu untuk meluruskan dan memberi jalan pengetahuan bagi pemula dan yang awam.

Dari rumah ke rumah, dari sudut surau,  Masjid dan langgar mereka mengajarkan ilmu dasar, menulis, membaca, mengeja agar bisa merangkai kata. 

Dilain waktu  mereka mengajarkan Hijaiyah, pengucapan yang tepat semoga tidak salah ucap dan merubah makna, semoga mendapat sepuluh kebaikan dalam setiap huruf yang telah dijanjikan oleh nabi shalallahu alaihi wassalam.

Diwaktu lain Guru kecil mengajarkan angka dan bilangan, penjumlahan, perkalian, pembagian dan pengurangan yang sangat diperlukan dalam kehidupan.

Tanpa disadari dari mereka mereka lah cikal bakal para ahli dan pakar. Namun sedikit diperhitungkan, mereka cuga bukan mencari tujuan untuk diperhitungkan.

Mereka tidak tercatat di data negara, tidak terakomodasi dari bawah kepimpinan, tidak terlalu diatur dalam kebijakan, tidak linier dalam pengetahuan, tidak dibayar mahal dan tidak berhenti membimbing bila insentif tak dibayarkan.

Mereka mendapat rintangan kesulitan, mengarungi perjalanan yang melelahkan, menunda istirahat malam karena kejauhan diperjalanan, meninggalkan keluarga tercinta karena jadwal mengajar.

Mereka mereka lah pejuang, mereka lah profesor yang punya karya yang mencerdaskan , pembuka jalan awal dalam pengetahuan. Mereka tidak punya karya ilmiah, namun sangat ilmiah.

Semoga ridho dan keberkahan selalu meliputi guru guru kecil.

Semoga waktu yang tidak diperhitungkan, menjadi catatan pemberat hisab yang akan diperhitungkan.

Terimakasih guru kecil 


Postingan populer dari blog ini

Menjadi Manusia Yang Bermanfaat

Masjid Al Ittihad

kursi roda yang setia